Rabu, 02 November 2016

Materi Elektronika Dasar1.  Pengenalan Komponen Aktif Dan Komponen Pasif2.  Dioda Semi Konduktor3.  Transistor4.  Transistor Analisa DC5.  Konfigurasi Cannon Emitter, Base, Colector6.  Penyearah Setengah Gelombang7.  PEnyearah Gelombang Penuh8.  Clipper9.  Clamper10. Penguat Transistor11. Simulasi12. Tugas & Presentasi  PEMBAHASAN 1. Pengenalan Komponen Aktif Dan Komponen Pasif Pada pembahasan kali ini kita mengenal komponen aktif dan pasif. pengertiannya adalah, dimana komponen aktif itu berarti komponen yang dapat bekerja jika mendapat arus atau tegangan listrik. sedangkan komponen pasif adalah walaupun tidak mendapat tegangan atau arus komponen ini tetap bekerja.contoh komponen Aktif seperti Rectifier,dioda,LED, ICcontoh komponen pasif seperti swicth,resistor,induktor(kumparan) Tegangan,Arus,dan Tahanan.Dimana Tegangan diberi simbol "E" atau "V" dengan satuan Volt.Arus diberi simbol "I" dengan satuan Amper. Tahanan diberi simbol "R" dengan satuan Ohm. Dimana Hukum Ohm menyebutkan E=IR,I=E/R dan R= I/E. Tegangan adalah ukuran tertentu dari energipotensial yang relatif antara dua titik.Dan tegangan itu pula adalah kekuatan yang memotivasi elektron untuk mengalir di sirkuit. Arus adalah Gerakan elektron bebas terus menerus melalui konduktor dari sebuah sirkuit.Dan sering disebut aliran seperti aliran cairan dalam pipa.Sedangkan tahanan itu sendiri sama halnya dengan tegangan yaitu besaran relatif antara dua titik.Untuk alasan ini kita sering menyebutnya antara atau di dua point sirkuit.Untuk dapat membuat pernyataan jumlah ini yang berarti kita harus dapat menggambarkan jumlah mereka dengan cara mengukur massa,volume,suhu,panjang dan berat jenis lainnya. untuk massa kita menggunakan kilogram atau gram,untuk suhu kita menggunakan celcius atau fahrenheit.  BAB I DIODA SEMIKONDUKTORKomponen Pasif Dan Komponen Pasif        Komponen Pasif               Seperti yang kita ketahui komponen pasif yaitu komponen yang tidak dapat menguatkan,mengubah dan menyearahkan signal serta tidak dapat mengubah energi ke bentuk lainnya, antara lain:       a. Kapasitor.                Kapasitor merupakan komponen elektronika yang berfungsi menyimpan medan listrik. Dapat memblokir arus DC dan meneruskan arus AC. Dalam prakteknya pembuatan kapasitor dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A),jarak (T) antara kedua platmetal (Tebal dielektrik) dengan rumusa dapat ditulis :                      C = ( 8,85x10-12) ( K.A/t )...(2)          1 Coloumb =  6,25 x 1018 Elektron, dimana Q = C.V                                                                                  Q = Muatan Elektron dalam Coloumb                                                                                  C = Nilai Kapasitansi dalam Farad                                                                               V = Besar tegangan dalam Volt Atau  HC = ½ C.V2 ( Joule )Untuk konstanta bahan dielektrik dapat ditulis Xc = 1/( 2µF.c )Dimana : Xc = Reaktansi Kapasitif ( Farad )                 F  = Frekwensi kerja rangkaian ( Ohm )                 C = Kapasistansi ( Farad ) b, Induktor.  Induktor mempunyai sifat mengalirkan bagi arus DC dan menghambat bagi arus AC. 
         Komponen Aktif               Seperti yang kita ketahui juga bahwa kompone aktif itu adalah komponen yang dapat menyearahkan dan menguatkan signal/ listrik      a. Transistor               Transistor merupakan komponen elektronika dengan 2 elektroda yang berfungsi sebagai penguat saklar      b. Diode              Diode berfungsi untuk menyearahkan signal listrik,sehingga termasuk komponen aktif. Diode merupakan komponen dari rangkaian penyearah signal AC menjadi DC      c. LED              LED ( Light Emitting Diode ),jika dihubungkan dengan sumber tegangan rangkaian listrik akan mengubah bentuk energi listrik ke bentuk cahaya. Jadi LED termaasuk komponen aktif.    Rangkaian Elektronika   Input dan output   Sumber Listrik -----------Rangkaian listrik---------Signal Listrik                                                                         
           
 (Rangkaian listrik melakukan suatu pemroses isyarat/signal processing ) Pemroses isyarat mencakup                      a. Penguatan ( Amplification ) dinamakan Amplified                      b. Penyearahan ( Rectification ) dinamakan Rectifier                      c. Pembangkitan ( Oscillation ) dinamakan Oscilator                      d. Pemrosesan signal digital Contoh :         VI1= 0,1 volt                                                                                     VI1= 0,2 Volt         VI2= 0,2 volt        ----------  Amplifier dengan penguat 2x --------   VI2= 0,4 Volt        VI 3= 4,0 volt                                                                                     VI3= 8,0 Volt         ATOM     Atom terdiri dari elektron,neutron dan proton.- Elektron adalah Lapisan terluar yang disebut elekron valensi- Neutron adalah Lapisan yang bermuatan Negatif- Proton adalah Lapisan yang bermuatan Positif     Bila energi panas cukup kuat untuk memisahkan elektron dari ekivalen ,elektron yang tidak terikat disebut elektron bebas. Celah yang dimiliki elektron pada orbit tertentu yang mana tidak memungkinkan elektron mengorbit daerah terlarang elektron .Besarnya energi dari suatu elektron dinyatakan dengan satuan elektronVolt ( eV ).W = Q.V , Dimana : W = Energi / Joule ( J )                                  Q = Muatan / Coloumb                                  V = Potensial Listrik ( V ) Dengan potensial listrik sebesar 1 volt dan muatan elektron sebesar  1.602-19 C, maka energi dari sebuah elektron dapat dicari W = ( 1.602-19 C ) ( I.V ) .1.602-19 Joule. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa untuk memindahkan elektron dari beda potensial sebesar 1 volt diperlukan energi sebesar 1.602-19 Joule, dengan kata lain 1 eV = 1.602-19 Joule. DIODA SEMIKONDUKTOR  Secara umum semikonduktor adalah bahan yang sifat kelistrikannya terletak diantara konduktor dan isolator.  Dioda adalah komponen non-linier yang sederhana struktur dasar dioda berupa bahan semikonduktor type P yang disambung dengan type N. Pada bahan ujung type P dijadikan terminal Anoda ( A ) sedangkan lainnya Katoda ( K ).Sehingga dua terminal inilah yang menyiratkan nama Dioda.Operasi dioda  ditentukan oleh polaritas relatif kaki anoda terhadap kaki katoda.
 Sifat sifat kelistrikan konduktor dan isolator tidak mudah berubah oleh pengaruh temperatur cahaya,tempratur maupun medan magnit.Tetapi pada semikonduktor sifat sifat tersebut sangat sensitif.Konduktansi  Konduktansi G, didefinisikan sebagai ukuran kemampuan suatu bahan untuk mengalirkan muatan dan dalam standar SI mempunyai satuan siemens dengan simbol (Ʊ).Nilai konduktansi yang besar menunjukkan bahwa bahan tersebut mampu mengkonduksikan arus dengan baik,tetapi nilai konduktansi yang rendah menunjukkan bahan tersebut susah mengalirkan muatan arus listrik.Secara matematis konduktor merupakan kebalikan dari resistansi, jadi G = 1/R (Siemens, S). Dimana R adalah resistansi    BAB 2Rangkaian DiodaGambar .1. PENYEARAH SETENGAH GELOMBANG Penerapan dioda yang paling banyak dijumpai adalah sebagai penyearah. Penyearah berarti merubah arus bolak balik ( AC ) menjadi searah ( DC ). Penyearah yang paling sederhana adalah penyearah setengah gelombang,yaitu yang terdiri dari sebuah dioda. Melihat namanya hanya gelombang saja yang dapat diarahkan. Penyearah setengah gelombang mendapat masukkan dari sekunder trafo,yang berupa signal ac berbentuk sinus, v1 = Vm Sin t. Prinsip kerja penyearah setengah gelombang adalah bahwa saat signal input berupa siklus positip,maka dioda mendapat bias maju. Sehingga Arus ( I ) mengalir ke beban ( RL ). Begitupun sebaliknya bila signal input berupa siklus negatip,maka dioda mendapat bias mundur sehingga tidak mengalir arus.                
 Gambar.2. PENYEARAH GELOMBANG PENUH Penyearah gelombang penuh ada dua macam :1.     Menggunakan trafo CT ( Center –Tap= tap tengah )
2.     Dengan sistem jembatan
Pada gambar diatas rangkaian penyearah gelombang penuh dengan menggunakan trafo CT. Terminal sekunder pada trafo CT mengeluarkan dua buah tegangan yang sama tetapi berlawanan dengan titik CT sebagai titik tengahnya. Kedua keluaran ini dihubungkan ke D1 dan D2,sehingga saat D1 mendapat signal positip maka D1 mendapat siklus negatip, Dan sebaliknya. Dengan demikian D! Dan D2 hidupnya bergantian. Namun karena arus I1 dan I2 melewati tahanan beban RL dengan arah yang sama,maka Ilmenjadi satu arah. Terlihat dengan jelas,bahwa rangkaian penyearah gelombang penuh ini hidupnya bergantian setiap setengah siklus.
   Gambar.3. PENYEARAH GELOMBANG PENUH SISTEM JEMBATAN     Gambar rangkaian gelombang penyearah dasar dan saat siklus negatif Gambar siklus saat positifRangkaian ini menggunakan sembarang trafo, baik CT ataupun trafo biasa atau bisa tanpa menggunakan trafo.Sistem kerja rangkaian ini adalah pada saat rangkaian jembatan mendapatkan s positif dari sinyal trafo Ac maka:- D1 dan D2 hidup ( ON ),karena mendapat bias maju- D2 dan D4 mati ( OFF ),karena mendapat bias mundurSehingga arus I1 mengalir melalui D1,RL dan D3Sedangkan yang mendapat siklus negatif dari trafo AC, yaitu- D1 dan D2 mati ( OFF ), karena mendapat bias maju- D3 dan D4 hidup ( ON ), karena mendapat bias mundurSehingga arus I1 mengalir melalui D2,RL dan D4 RANGKAIAN CLIPPER SER Iatau PEMOTONGRangkaian Cliipper digunakan untuk memotong atau menghilangkan sebagian sinyal masukkan yang berada dibawah atau diatas level tertentu.Cara kerja rangkaian clipper adalah :1.     Perhatikan arah dioda.
- Bila arah dioda ke kanan,maka bagian positip dari sinyal output akan dilewatkan,dan bagian negatip akan dipotong (berarti clipper seri negatip )- Bila arah dioda kekiri,maka bagian  negatip dari sinyal output akan dilewtkan, dan bagian positip akan dipotng ( berati clipper seri positip )- perhatikan polaritas baterai ( bila ada ) ·        Clipper seri positip
      

      ·        Untuk posisi baterai dibalik
   ·        Clipper seri Negatip
    ·        Dengan posisi baterai dibalik
   RANGKAIAN CLIPPER PARALEL Cara kerja rangkaian clipper paralel adalah :1.     Perhatikan arah dioda
- Bila arah dioda ke bawah,maka bagian positip dari sinyal input akan dipotong (berarti sinyal positip )- Bila arah dioda keatas,maka bagian negatip dari sinyal input akan dipotong( berarti sinyal negatip )- Perhatikan polaritas baterai ( bila ada ) Gambar Clipper Paralel Sinyal Positip  Dengan posisi baterai yang dibalik        Clipper paralel sinyal negatip      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar