Materi Elektronika Dasar1. Pengenalan Komponen Aktif Dan Komponen Pasif2. Dioda Semi Konduktor3. Transistor4. Transistor Analisa DC5. Konfigurasi Cannon Emitter, Base, Colector6. Penyearah Setengah Gelombang7. PEnyearah Gelombang Penuh8. Clipper9. Clamper10. Penguat
Transistor11.
Simulasi12. Tugas
& Presentasi PEMBAHASAN
1. Pengenalan Komponen Aktif Dan Komponen Pasif Pada pembahasan kali ini kita mengenal
komponen aktif dan pasif. pengertiannya adalah, dimana komponen aktif itu berarti
komponen yang dapat bekerja jika mendapat arus atau tegangan listrik. sedangkan
komponen pasif adalah walaupun tidak mendapat tegangan atau arus komponen ini
tetap bekerja.contoh
komponen Aktif seperti Rectifier,dioda,LED, ICcontoh
komponen pasif seperti swicth,resistor,induktor(kumparan) Tegangan,Arus,dan
Tahanan.Dimana
Tegangan diberi simbol "E" atau "V" dengan satuan Volt.Arus
diberi simbol "I" dengan satuan Amper. Tahanan diberi simbol
"R" dengan satuan Ohm. Dimana Hukum Ohm menyebutkan E=IR,I=E/R dan R=
I/E. Tegangan adalah ukuran tertentu dari energipotensial yang relatif antara
dua titik.Dan tegangan itu pula adalah kekuatan yang memotivasi elektron untuk
mengalir di sirkuit. Arus adalah Gerakan elektron bebas terus menerus melalui
konduktor dari sebuah sirkuit.Dan sering
disebut aliran seperti aliran cairan dalam pipa.Sedangkan tahanan itu sendiri
sama halnya dengan tegangan yaitu besaran relatif antara dua titik.Untuk alasan
ini kita sering menyebutnya antara atau di dua point sirkuit.Untuk dapat
membuat pernyataan jumlah ini yang berarti kita harus dapat menggambarkan
jumlah mereka dengan cara mengukur massa,volume,suhu,panjang dan berat jenis
lainnya. untuk massa kita menggunakan kilogram atau gram,untuk suhu kita
menggunakan celcius atau fahrenheit. BAB I DIODA SEMIKONDUKTORKomponen Pasif Dan Komponen Pasif Komponen Pasif Seperti yang kita ketahui
komponen pasif yaitu komponen yang tidak dapat menguatkan,mengubah dan
menyearahkan signal serta tidak dapat mengubah energi ke bentuk lainnya, antara
lain: a. Kapasitor. Kapasitor merupakan komponen
elektronika yang berfungsi menyimpan medan listrik. Dapat memblokir arus DC dan
meneruskan arus AC. Dalam prakteknya pembuatan kapasitor dihitung dengan
mengetahui luas area plat metal (A),jarak (T) antara kedua platmetal (Tebal
dielektrik) dengan rumusa dapat ditulis : C = ( 8,85x10-12) ( K.A/t
)...(2) 1 Coloumb = 6,25 x 1018 Elektron, dimana Q = C.V
Q = Muatan Elektron dalam Coloumb
C = Nilai Kapasitansi dalam Farad
V = Besar tegangan dalam Volt Atau HC = ½ C.V2 ( Joule )Untuk
konstanta bahan dielektrik dapat ditulis Xc = 1/( 2µF.c )Dimana : Xc
= Reaktansi Kapasitif ( Farad ) F = Frekwensi kerja rangkaian ( Ohm ) C = Kapasistansi ( Farad ) b, Induktor. Induktor
mempunyai sifat mengalirkan bagi arus DC dan menghambat bagi arus AC.
Komponen Aktif Seperti yang kita ketahui juga
bahwa kompone aktif itu adalah komponen yang dapat menyearahkan dan menguatkan
signal/ listrik a. Transistor Transistor merupakan komponen
elektronika dengan 2 elektroda yang berfungsi sebagai penguat saklar b. Diode Diode berfungsi untuk
menyearahkan signal listrik,sehingga termasuk komponen aktif. Diode merupakan
komponen dari rangkaian penyearah signal AC menjadi DC c. LED LED ( Light Emitting Diode ),jika
dihubungkan dengan sumber tegangan rangkaian listrik akan mengubah bentuk
energi listrik ke bentuk cahaya. Jadi LED termaasuk komponen aktif. Rangkaian Elektronika Input dan output Sumber Listrik -----------Rangkaian
listrik---------Signal Listrik
(Rangkaian listrik melakukan suatu pemroses
isyarat/signal processing ) Pemroses
isyarat mencakup a. Penguatan (
Amplification ) dinamakan Amplified b. Penyearahan (
Rectification ) dinamakan Rectifier c. Pembangkitan (
Oscillation ) dinamakan Oscilator d. Pemrosesan signal digital Contoh : VI1= 0,1 volt
VI1= 0,2 Volt VI2= 0,2 volt ---------- Amplifier dengan penguat 2x -------- VI2= 0,4 Volt VI 3= 4,0 volt
VI3= 8,0 Volt ATOM Atom terdiri dari elektron,neutron dan
proton.- Elektron
adalah Lapisan terluar yang disebut elekron valensi- Neutron
adalah Lapisan yang bermuatan Negatif- Proton
adalah Lapisan yang bermuatan Positif Bila energi panas cukup kuat untuk
memisahkan elektron dari ekivalen ,elektron yang tidak terikat disebut elektron
bebas. Celah yang dimiliki elektron pada orbit tertentu yang mana tidak
memungkinkan elektron mengorbit daerah terlarang elektron .Besarnya energi dari
suatu elektron dinyatakan dengan satuan elektronVolt ( eV ).W = Q.V ,
Dimana : W = Energi / Joule ( J ) Q = Muatan /
Coloumb V = Potensial
Listrik ( V ) Dengan potensial listrik sebesar 1 volt dan
muatan elektron sebesar 1.602-19 C, maka
energi dari sebuah elektron dapat dicari W = ( 1.602-19 C ) ( I.V ) .1.602-19
Joule. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa untuk memindahkan elektron dari
beda potensial sebesar 1 volt diperlukan energi sebesar 1.602-19 Joule, dengan
kata lain 1 eV = 1.602-19 Joule. DIODA
SEMIKONDUKTOR Secara umum semikonduktor adalah bahan yang
sifat kelistrikannya terletak diantara konduktor dan isolator. Dioda adalah komponen non-linier yang sederhana
struktur dasar dioda berupa bahan semikonduktor type P yang disambung dengan
type N. Pada bahan ujung type P dijadikan terminal Anoda ( A ) sedangkan
lainnya Katoda ( K ).Sehingga dua terminal inilah yang menyiratkan nama
Dioda.Operasi dioda ditentukan oleh
polaritas relatif kaki anoda terhadap kaki katoda.
Sifat sifat kelistrikan konduktor dan isolator
tidak mudah berubah oleh pengaruh temperatur cahaya,tempratur maupun medan
magnit.Tetapi pada semikonduktor sifat sifat tersebut sangat sensitif.Konduktansi Konduktansi G, didefinisikan sebagai ukuran
kemampuan suatu bahan untuk mengalirkan muatan dan dalam standar SI mempunyai
satuan siemens dengan simbol (Ʊ).Nilai konduktansi yang besar menunjukkan bahwa
bahan tersebut mampu mengkonduksikan arus dengan baik,tetapi nilai konduktansi
yang rendah menunjukkan bahan tersebut susah mengalirkan muatan arus
listrik.Secara matematis konduktor merupakan kebalikan dari resistansi, jadi G
= 1/R (Siemens, S). Dimana R adalah resistansi BAB 2Rangkaian DiodaGambar .1. PENYEARAH SETENGAH
GELOMBANG Penerapan
dioda yang paling banyak dijumpai adalah sebagai penyearah. Penyearah berarti
merubah arus bolak balik ( AC ) menjadi searah ( DC ). Penyearah yang paling
sederhana adalah penyearah setengah gelombang,yaitu yang terdiri dari sebuah
dioda. Melihat namanya hanya gelombang saja yang dapat diarahkan. Penyearah
setengah gelombang mendapat masukkan dari sekunder trafo,yang berupa signal ac
berbentuk sinus, v1 = Vm Sin t. Prinsip kerja penyearah setengah gelombang
adalah bahwa saat signal input berupa siklus positip,maka dioda mendapat bias
maju. Sehingga Arus ( I ) mengalir ke beban ( RL ). Begitupun sebaliknya bila
signal input berupa siklus negatip,maka dioda mendapat bias mundur sehingga
tidak mengalir arus.
Gambar.2. PENYEARAH GELOMBANG PENUH Penyearah
gelombang penuh ada dua macam :1.
Menggunakan trafo CT ( Center –Tap= tap tengah )
2.
Dengan sistem jembatan
Pada gambar
diatas rangkaian penyearah gelombang penuh dengan menggunakan trafo CT.
Terminal sekunder pada trafo CT mengeluarkan dua buah tegangan yang sama tetapi
berlawanan dengan titik CT sebagai titik tengahnya. Kedua keluaran ini
dihubungkan ke D1 dan D2,sehingga saat D1 mendapat signal positip maka D1
mendapat siklus negatip, Dan sebaliknya. Dengan demikian D! Dan D2 hidupnya
bergantian. Namun karena arus I1 dan I2 melewati tahanan beban RL dengan arah
yang sama,maka Ilmenjadi satu arah. Terlihat dengan jelas,bahwa rangkaian
penyearah gelombang penuh ini hidupnya bergantian setiap setengah siklus.
Gambar.3. PENYEARAH GELOMBANG PENUH SISTEM JEMBATAN Gambar
rangkaian gelombang penyearah dasar dan saat siklus negatif Gambar siklus saat positifRangkaian ini menggunakan sembarang trafo, baik CT
ataupun trafo biasa atau bisa tanpa menggunakan trafo.Sistem kerja rangkaian
ini adalah pada saat rangkaian jembatan mendapatkan s positif dari sinyal trafo
Ac maka:- D1 dan D2 hidup ( ON ),karena mendapat bias maju- D2 dan D4 mati ( OFF ),karena mendapat bias mundurSehingga arus I1 mengalir melalui D1,RL
dan D3Sedangkan yang mendapat siklus negatif dari trafo
AC, yaitu- D1 dan D2 mati ( OFF ), karena mendapat bias maju- D3 dan D4 hidup ( ON ), karena mendapat bias
mundurSehingga arus I1 mengalir melalui D2,RL
dan D4 RANGKAIAN CLIPPER SER Iatau PEMOTONGRangkaian Cliipper digunakan untuk memotong atau
menghilangkan sebagian sinyal masukkan yang berada dibawah atau diatas level
tertentu.Cara kerja rangkaian clipper adalah :1. Perhatikan
arah dioda.
- Bila arah dioda ke kanan,maka
bagian positip dari sinyal output akan dilewatkan,dan bagian negatip akan
dipotong (berarti clipper seri negatip )- Bila arah dioda kekiri,maka
bagian negatip dari sinyal output akan
dilewtkan, dan bagian positip akan dipotng ( berati clipper seri positip )- perhatikan polaritas baterai (
bila ada ) ·
Clipper seri positip
·
Untuk posisi baterai dibalik
·
Clipper seri Negatip
·
Dengan posisi baterai dibalik
RANGKAIAN CLIPPER PARALEL Cara kerja rangkaian clipper
paralel adalah :1. Perhatikan
arah dioda
-
Bila arah dioda ke bawah,maka bagian positip dari sinyal input akan dipotong
(berarti sinyal positip )-
Bila arah dioda keatas,maka bagian negatip dari sinyal input akan dipotong(
berarti sinyal negatip )-
Perhatikan polaritas baterai ( bila ada ) Gambar
Clipper Paralel Sinyal Positip Dengan
posisi baterai yang dibalik Clipper
paralel sinyal negatip
Tidak ada komentar:
Posting Komentar