Elektronika Dasar
Rabu, 07 Desember 2016
Rabu, 02 November 2016
RANGKAIAN CLIPPER SERI ATAU PEMOTONG
Rangkaian Cliipper digunakan untuk memotong atau menghilangkan sebagian sinyal masukkan yang berada dibawah atau diatas level tertentu.
Cara kerja rangkaian clipper adalah :
1. Perhatikan arah dioda.
- Bila arah dioda ke kanan,maka bagian positip dari sinyal output akan dilewatkan,dan bagian negatip akan dipotong (berarti clipper seri negatip )
- Bila arah dioda kekiri,maka bagian negatip dari sinyal output akan dilewtkan, dan bagian positip akan dipotng ( berati clipper seri positip )
- perhatikan polaritas baterai ( bila ada )
- Clipper seri positip
Clipper seri Negatip
RANGKAIAN CLIPPER PARALEL
Cara kerja rangkaian clipper paralel adalah :
1. Perhatikan arah dioda
- Bila arah dioda ke bawah,maka bagian positip dari sinyal input akan dipotong (berarti sinyal positip )
- Bila arah dioda keatas,maka bagian negatip dari sinyal input akan dipotong( berarti sinyal negatip )
- Perhatikan polaritas baterai ( bila ada )
Gambar Clipper Paralel Sinyal Positip
Clipper paralel sinyal negatip
Elektronika Dasar
Rangkaian Dioda
2.1 Pendahuluan
Penerapan dioda semikonduktor dalam bidang elektronika sangatlah luas. Hal ini karena sifat dioda yang sangat mendasar yaitu hanya dapat melewatkan arus dalam satu arah saja. Rangkaian penyearah merupakan penerapan dioda yang sangat penting untuk dibahas lebih dahulu. Sesuai dengan bentuk gelombang outputnya, maka penyearah terdapat dua macam yaitu setengah gelombang dan gelombang penuh.
Rangkaian pemotong dan penggeser merupakan penerapan lain yang juga banyak digunakan dalam teknik pulsa. Jenis dioda semikonduktor yang khusus dioperasikan pada bias mundur yang pada titik break-down-nya sering disebut dengan dioda Zener. Zener ini merupakan inti dari rangkaian penyetabil tegangan. Disamping itu juga dibahas beberapa macam rangkaian pelipat tegangan.
2.2 Penyearah setengah gelombang
Gambar 2.1
Prinsip kerja penyearah setengah gelombang adalah bahwa pada saat sinyal input berupa siklus positip maka dioda mendapat bias maju sehingga arus (i) mengalir ke beban (Rl) dan sebaliknya bila sinyal input berupa siklus negatip maka dioda mendapat bias mundur sehingga tidak mengalir arus. Bentuk gelombang tegangan input (vi) ditunjukkan pada (b) dan arus beban (i) pada (c) dari gambar 2.1.
Resistansi dioda pada saat ON (mendapat bias maju) adalah(Rf) yang umumnya nilainya lebih kecil dari (Rl). Pada saat dioda OFF (mendapat bias mundur) resistansinya besar sekali atau dalam pembahasan ini dianggap tidak terhigga, sehingga arus dioda tidak mengalir atau i = 0.
Arus yang mengalir ke beban (i) terlihat pada gambar (c) bentuknya sudah searah (satu arah) yaitu positip semua. Apabila arah dioda dibalik, maka arus yang mengalir adalah negatip. Frekuensi sinyal keluaran dari penyearah setengah gelombang ini adalah sama dengan frekuensi input (dari jala-jala listrik) yaitu 50 Hz.Karena jarak dari puncak satu ke puncak berikutnya adalah sama.
2.3 Penyearah gelombang penuh
Gambar 2.3
Rangkaian penyearah gelombang penuh ada dua macam, yaitu dengan menggunakan trafo CT (center-tap = tap tengah) dan dengan sistem jembatan.Gambar 2.3 menunjukkan rangkaian penyearahgelombang penuh dengan menggunakan trafo CT.
Terminal skunder dari Trafo CT mengeluarkan dua buah tegangan keluaran yang sama tetapi fasanya berlawanan dengan titik CT sebagai titik tengahnya. Kedua keluaran ini masing-masing dihubungkan ke D1 dan D2, sehingga saat D1 mendapat sinyal siklus positip maka D1mendapat sinyal siklus negatip, dan sebaliknya. Dengan demikian D1 dan D2 hidup- nya bergantian. Namun karena arus i1 dan i2 melewati tahanan beban (RL) dengan arah yang sama, maka iL menjadi satu arah (gambar 2.3 c).
Terlihat dengan jelas bahwa rangkaian penyearah gelombang penuh ini merupakan gabungan dua buah penyearah setengah gelombang yang hidupnya bergantian setiap setengah siklus.Sehingga arus maupun tegangan rata-ratanya adalah dua kali dari penyearah setengah gelombang.
2.4 Penyearah gelombang penuh sistem jembatan
Penyearah gelombang penuh dengan sistem jembatan ini bisa menggunakan sembarang trafo baik yang CT maupun yang biasa, atau bahkan bisa juga tanpa menggunakan trafo.rangkaian dasarnya adalah seperti pada gambar 2.4 (a) dan 2.4 (b)
Gambar 2.4(a)
Prinsip kerja rangkaian penyearah gelombang penuh sistem jembatan dapat dijelaskan melalui gambar 2.4 (a). Pada saat rangkaian jembatan mendapatkan bagian positip dari siklus sinyal ac, maka (gambar 2.4 a):
- D1 dan D4 hidup (ON), karena mendapat bias maju
- D2 dan D3 mati (OFF), karena mendapat bias mundur
Sehingga arus i1 mengalir melalui D1, RL, dan D3.
Gambar 2.4(b)
Sedangkan apabila jembatan memperoleh bagian siklus negatip, maka (gambar 2.4 c):
- D2 dan D3 hidup (ON), karena mendapat bias maju
- D1 dan D4 mati (OFF), karena mendapat bias mundur
Sehingga arus i2 mengalir melalui D2, RL, dan D3.
2.5 Rangkaian Clipper (pemotong)
Rangkaian clipper (pemotong) digunakan untuk memotong atau menghilangkan sebagian sinyal masukan yang berada di bawah atau di atas level tertentu. Contoh sederhana dari rangkaian clipper adalah penyearah setengah gelombang.Rangkaian ini memotong ataumenghilangkan sebagian sinyal masukan di atas atau di bawah level nol.
Secara umum rangkaian clipper dapat digolongkan menjadi dua,yaitu: seri dan paralel. Rangkaian clipper seri berarti diodanya berhubungan secara seri dengan beban, sedangkan clipper paralel berarti diodanya dipasang paralel dengan beban.Sedangkan untuk masing-masing jenis tersebut dibagi menjadi clipper negatip (pemotong bagian negatip) seperti pada gambar 2.5 dan clipper positip (pemotong bagian positip) seperti pada gambar 2.6
Gambar 2.6
Langganan:
Postingan (Atom)



